MR-BEJO.COM - Blog for Business and Education
RSS Feed
Subscribes

Kumpulan Analisa Cerpen

 

 Analisa Cerpen (1):

SURYO

Oleh : Bejo Sutrisno

 ce

Suryo adalah tokoh utama pada cerpen yang berjudul SURYO,  sementara Hendri adalah pelaku utamanya , pada cerita ini, yang menggunakan penokohan saya dan Maman adalah teman akrab Hendri yang sama-sama dari Indonesia yaitu tepatnya dari Jakarta. Setting dari cerita ini adalah di negeri tetangga yaitu Malaysia. Di malaysia, mereka berdua sedang mengikuti seminar di Hotel Grand Hyatt, Johor Malasia. Pada saat itu Maman yang sengaja membolos untuk tidak mengikuti seminar karena ada keperluan ke Pasar Bandara untuk mencari oleh-oleh minta ditemani Hendri yang juga sedang jenuh mendengar pembicaraan di seminar itu, dan Hendri pun tidak menolaknya.

Ketika mereka sedang menunggu  sebuah taksi, tidak lama kemudian datanglah seorang laki-laki yang mengatakan dirinya juga berasal dari Indonesia dan sudah lama bekerja sebagai pegawai honorer di Museum Kebudayaan dan putrinya yang baru lulus SMA tahun lalu juga mengajar musik kulintang di Singapura. Suryo berniat baik kepada mereka berdua dengan tulus mengantarkan mereka untuk jalan-jalan mencari apa yang mereka perlukan. Melihat niat baik Suryo, Maman memiliki naluri yang kerang cocok dengan sikap baik Suryo yang dibalik ketulusannya ada sesuatu yang disembunyikan. Namun prasangka Maman ditepis oleh Hendri dan Hendri berani mengatakan bahwa Suryo itu orang yang baik.

            Namun naluri Maman tepat. Keinginan Suryo untuk ingin menemui Hendri di penginapannya dimanfaatkan untuk menjebak Hendri dengan membawa anak putrinya yang baru lulus dari SMA yang ternyata adalah wanita penghibur. Untung saja Hendri mempunyai iman yang kuat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Hendri mengambil inisiatif untuk mengajaknya   jalan-jalan ke luar meski harus mengorbankan beberapa ringgit. Akhirnya Hendri pun mengakui bahwa apa yang diucapkan Maman adalah benar untuk tidak mudah percaya sama orang yang kelihatan baik meski berasal dari satu negara atau satu kota.

 

Pada cerpen ini, sipengarang berusha untuk membawa si pembaca atau sipenikmat untuk selalu menyikapi dengan hati-hati terhadap orang yang suka pura-pura berbuat baik sama kita dan jangan terlalu mudah percaya sama orang yang mau berbuat baik meskipun berasal dari

satu negara bahkan satu kota.

Selain nilai terhadap cerita itu tentang kebaikan yang berujung pada penjebakan, namun ada nilai yang sangat bagus yaitu meskipun jauh dari saudara, teman maupun keluarga, si pelaku utama (Hendri) mempunyai iman yang kuat untuk menghindar dari jebakan yang akan beakibat fatal  hadapan Alloh. Meskipun dihadapkan dengan perempuan yang cantik dan masih muda.

 

 

Analisa Cerpen (2):

PARA PENCOPET

Oleh : Bejo Sutrisno

 ce

Slamet Kenthir adalah pelaku /pemeran utama dan para pencopet adalah tokoh utama pada cerpen ini. Setting utama dari cerita ini adalah disebuah terminal yang penuh dengan kesibukan orang beraktifitas dan juga kekejaman.

  Pada cerpen ini dikisahkan seorang  pemuda yang bernama Slamet Kenthir yang diantar oleh si Mbok nya ke tempat menantunya si  Paijo dan anak perempuannya  Saritem untuk mengadu nasib di Jakarta supaya bisa sukses sama seperti menantunya. Si Mbok pun rela menjual sebagian sawahnya untuk modal mencari pekerjaan di Jakarta.

Dipagi hari Slamet Kenthir siap-siap untuk mulai mengadu nasibnya dengan mencari pekerjaan. Namun apa yang dibayangkan Slamet Kenthir ketika belum datang ke Jakarta tidak sesuai dengan kenyataan ternyata tidak mudah mencari kerjaan di Jakarta. Berkali-kali kakak iparnya Paijo, menasehati untuk selalu berhati-hati hidup di Jakarta yang penuh dengan kekerasan. Namun Slamet Kenthir kurang tanggap dengan apa yang kakak iparnya katakan berkali-kali dan ternyata ucapan Paijo itu terbukti apa yang dinasehati kepada adik iparnya.

Tepatnya ketika seharian mencari kerjaan, Slamet Kenthir terjebak dibanyak kerumunan orang-orang diterminal bus yang diantaranya adalah para pencopet. Dengan mudahnya Slamet Kenthir menjadi sasaran empuk para pencopet untuk dijadikan sasaran para pencipa kekerasan. Dalam kena’ifan dan ketidakberdayaan itu,  Slamet Kenthir akhirnya tewas dengan dibakar didepan kerumunan masa meski sebelumnya sempat diselamatkan oleh petugas di pos polisi namun pihak polisi ternyata kurang berdaya menghadapi hakim masa yang diantaranya adalah para pencopet itu sendiri. Kematian Slamet Kenthir membuat si Mbok terkejut (bahkan mungkin pingsan) bagaimana tidak, anak kesayangannya yang diantarkan ke Jakarta dalam keadaan hidup, Si Mbok harus menjemputnya dalam keadaan tewas tak berdaya.  

 

 

SI Pengarang pada cerpen ini memberi pesan kepada para pendatang

  yang datang dari suatu daerah untuk selalu berhati-hati untuk datang ke daerah Ibu Kota (JAKARTA) yang penuh dengan kekerasan dan hukum rimba

siapa yang kuat itulah yang berkuasa sampe-sampe polisi pun kalah

dengan masa dalam cerita ini yaitu para pencopet.

Nilai yang terkandung pada cerita ini adalah selain si Mbok yang berjuang untuk anaknya dengan rela menjual sebagaian sawahnya demi masa depannya, dan juga jangan terlalu terbuai dengan pesona Ibu Kota yang menampilkan gemerlap kekayaan dan keberhasilan yang terkesan menjanjikan namun dibalik itu tersimpan beribu kemunafikan.

 

 

 

Analisa Cerpen (3):

BALADA PARA MALING

Oleh : Bejo Sutrisno

ce

Pelaku/pemeran utama pada cerpen ini adalah Sukro yang harus berjuang mati-matian mencari biaya untuk membiayai istrinya yang terkena kelainan kandungan yang pada saat kejadian istrinya berada di rumah sakit menjalani operasi bedah. Setting/latar pada cerita ini adalah ditengah malam disuatu pemukiman. Sementara penokohan pada cerita ini adalah orang-orang seperti Pak Er-We yang merupakan juga koruptor yang akhirnyasadar akan perguatannya, serta Bandhul dan Bagong sipentholan kampung yang juga sering maling di kampung tetangga. 

Sukro yang berniat mencuri sepeda dikampung tetangga tertangkap basah oleh warga setempat yang mengakibatkan seluruh daban Sukro babak belur yang akhirnya oleh warga diserahkan ke pak Er-We untuk diinterogasi. Pak Er-We yang nota bene juga seorang yang suka korupsi, kolusi dan mengambil uang rakya dengan cara yanglebih licik berusaha untuk sedikit berpihak kepada Sukro supaya jangan lagi dihajar oleh massa. Meskipun si Bandhul dan Bagong yang merupakan pentholan di kampung itu dan juga Prakoso si jago karate tidak bisa berbuat banyak dihadapan pak Er-We.

Tidak lama kemudian Sukro pun dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi berdasarkan dan diadili berdasarkan hukum yang berlaku. Dengan sejujurnya, Sukro pun menceritakn kejadian itu dengan alasan kondisi istrinya.

Hukuman tiga bulan yang dijatuhkan polisi kepada Sukro bisa menyadarkan dirinya bahwa rejeki itu ditangan Tuhan dan harus dicari dengan jalan halal. Namun dibalik peristiwa itu menyadarkan pak Er-We yang sadar akan perbuatan-perbuatannya selama ini dengan memakan uang rakyat dengan cara tidak halal.   Untuk menebus dosa-dosanya Pak Er-We membiayai biaya rumah sakit istri dari Sukro.

 

Dari cerita ini si pengarang menggambarkan tentang sifat seseorang meskipun punya iman yang kuat tetap saja tidak tahan dengan penderitaan yang sedang dialaminya padahal semua itu adalah coban dari Alloh kepada umatnya. Dan juga sifat kemunafikan yang terdapat pada tokoh Pandhul dan Bagong yang tidak puas dengan keputusan pak Er-We untuk membawa Sukro ke kantor polisi meskipun mereka sendiri sudah puas dengan bogem mentahnya yang mereka layang kan ke tubuh Sukro. Rupanya Bandhul dan Bagong tidak menyadari bahwa kalau dirinya juga maling yang suka berkeliaran dikampung tetanmgganya. Namun peristiwa Sukro bisa menyadarkan pak Er-We terhadap apa yang sudah dia lakukan dan juga meskipun si Sukro dapat hukuman tiga bulan penjara dia telah menyadarkan pak Er-We yang akhirnya dengan sukarela membiayai semua biaya operasi bedah istrinya di rumah sakit. 

 

 

 

Analisa Cerpen (4):

BUDI

Oleh : Bejo Sutrisno

ce

            Pada cerita ini dikisahkan seorang raja copet yang mempunyai panggilan Man yang berusaha untuk membalas budi akan kebaikan seorang Overste MPP, yaitu Marzuki , yang telah menyelamatkan jiwanya terhadap peristiwa dimasa pemberontakan PRRI pada masa PKI. Setting/latar dari cerita ini adalah ditengah hiruk-pikuk sesak penumpang didalam bis kota Jakarta. Marzuki, yang adalah laki-laki tua yang jujur dan telah menolong banyak orang dimasa silam, hendak mengunjungi kerabatnya yang ada di Jakarta. Pemuda Man yang melihat dan merasa kasihan kepada lakik-laki tua itu yang sudah merasa tidak kuat lagi dan bahkan semaput selama di bus kota berusaha untuk menolongnya dari desakan para penumpang yang diantaranya adalah para pencopet yang tidak lain adalah teman seprofesi dengan dirinya.

Rupanya Man yang merupakan raja copet di Jakarta mempunyai jiwa penolong yang sangat besar seperti menolong orang tuanya sendiri. Niat baik Man yang telah merawat Marzuki mendapat repon positif dari Marzuki yang berniat untuk menjodohkan dengan anak perempuannya yang masih kuliah. Apalagi  setalah Marzuki mendengarkannya sendiri dari para tetangganya Man (yang tidak tau Man sebenarnya) bahwa dirinya adalah orang yang sangat baik dan tidak pernah berbuat tidak terpuji seperti membawa perempuan kerumahnya yang kecil itu sehingga menguatkan Marzuki untuk berniat menjadikan Man sebagai menantunya.

Sampai-sampeai Marzuki pulang ke kampung pun Man membelikan semua kebutuhannya termasuk tiket pesawat dan oleh-oleh untuk sanak saudarannya.

 

Dari cerita ini si pengarang menggambarkan tentang sifat kontradiksi antara kebaikan dan kejejahatan. Ternyata dapat digambrkan bahwa orang yang jahat tidak selamanya jahat namun dia bisa berbuat lebih baik dari orang yang sebenarnya bukan penjahat. Nilai balas budi sangat nampak pada cerita ini meskipun peristiwa itu sudah berlangsung dimasa silam namun kebaikan tetap ada pada diri seseorang meskipun itu adalah penjahat kelas kakap seperti Man si raja copet. Si pengarang menyampaikan pesan kepada si pembaca untuk tidak selalu berprasangka buruk kepada orang yang  suka berbuat jahat, karena tidak selamanya orang itu jahat namun dibalik kejahatan itu menyimpan kebaikan.

 


 

 

Analisa Cerpen (5):

POTRET MANUSIA

Oleh : Bejo Sutrisno

 ce

Marwan   adalah tokoh utama pada cerpen yang berjudul Potret Manusia,  sementara Kamal adalah pelaku utamanya , pada cerita ini, yang menggunakan penokohan Aku dan Paman Hamuda yang seorang polisi adalah teman akrab Marwan yang dimana Paman Hamuda tidak tahu kalau putri perempuannya suka bertemuan dengan Marwan yang berasal dari salah satu negeri di Asia Tengah yang sudah enam tahun lebih belum selesai karena karena sering macet dalam ujian. Setting dari cerita ini adalah di suatu rumah susun.

            Cerita dalam cerpen ini berkisah pada dua sisi sifat manusia yang sangat kontroversial meskipun kedua manusia itu sangat akrab dalam potret kehidupannya. Kamal, seorang yang sangat rajin dan taat dalam menjalankan ibadahnya bahkan sering menasehati Temannya, Marwan, untuk selalu berbuat baik. Sementara Marwan adalah sosok manusia yang tidak tahan dengan segala godaan kehidupan dunianya. Marwan yang merupakan harapan orang tuanya satu-satunya akhirnya tewas mengenaskan dirumah kontrakannya dengan membunuh dirinya menggunakan pistol polisi milik paman Hamuda setelah membaca surat duka dari ibunya bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Namun sebelum meninggal, Marwan sempat berujar bahwa ucapan atau nasehat-nsehat dari teman akrabnya, Kamal, adalah benar.

 

 

Cerpen ini menurut si pengarang memberi pesan bahwa kerapuhan iman pada diri seseorang sering berakhir dengan kematian yang mengenaskan dan sia-sia. Apalagi bila orang tersebut sering mengabaikan kebaikan dan menyukai hura-hura yang tidak berguna. Sementara seseorang yang memiliki pendirian yang teguh  dan tidak mudah tergoda dengan kenikmatan dunia yang hanya sekejap akan tetap mendapatkan jalan yang lurus

 


 

 

Analisa Cerpen (6):

DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA

Oleh : Bejo Sutrisno

ce

Buyung  adalah pelaku utama   pada cerita ini yang menggunakan penokohan Aku. Buyung hidup bersama kedua orang tuanya yang keduanya memiliki sifat yang berbeda. Ayahnya adalah pekerja keras yang suka marah-marah apabila pulang melihat keanehan yang terjadi pada anak laki-lakinya. Sementara ibunya adalah seorang ibu yang lemah lembut dan sangat sayang kepada anaknya yaitu  Buyung. Namun, bagaimanapun baik si Buyug maupun ibunya sangat taat dengan perkataan seorang ayah. Setting pada cerita itu lebih dominan pada suasana kehidupan rumah Buyung dan rumah tetangganya yaitu si kakek tua yang sehari-harinya senang menyendiri dirumah dengan menghabiskan hari-harinya dengan berbagai macam bunga kesayangannya.

Dalam cerpen ini dikisahkan dua tokoh yang berseberangan dalam kehidupannya. Yaitu yang pertama si kakek tua yang lebih suka menghindar dari hiruk pikuk dan lebih suka dengan kedamaian batin dengn menyintai bunga-bunga semenara seorang laki-laki (ayah si Buyung) yang lebih suka menghabiskan hidupnya untuk bekerja biar lebih berarti. Bagi seorang ayah melihat anak laki-lakinya dekat dengan bunga, akan bermakna lain karena seorang anak laki-lakai harus lebih memanfaatkan fisiknya untuk bekerja ketimbang untuk merteman dengan bunga-bunga. Sementara bagi seorang kakek dengan mencintai bunga akan bermakna lain dan lebih damai guna mencari ketenaangan batin.

 

Dalam cerpen ini, si pengarang memberi gambaran

  bahwa dalam kehidupan memiliki keunikan tersendiri antara manusia seperti yang tergambar pada dua tokoh diatas yaitu seorang kakek tua dan seorang ayah.

Dapat diambil nilai positif dari cerita tersebut bahwa

kodrat seorang laki-laki semestinya harus lebih banyak dimanfaatkan untuk bekerja selagi masih kuat dan akan memiliki makna hidup yang bersahaja.

 


 

Analisa Cerpen (7):

ASMARADANA

Oleh : Bejo Sutrisno

 

ce

Salome adalah palaku utama pada cerita ini yang mempunyai penokohan yang aneh ingin melihat sosok Tuhannya. Salome tinggal di sebuah istana kerajaan bersama ayah tirinya, Herodes , yang seorang raja dan sang ibunya Heroniah . Salome adalah gadis cantik yang mungil, cerdas dan memiliki cita-cita tinggi. Namun cita-cita itu sepertinya terlalu tak mungkin digapai karena tidak mungkin sorang umat manusia di dunia ini akan bisa melihat Tuhannya apalagi sampai bertemu.

Berhari-hari Salome menunggangi kudanya untuk berkelana demi ingin mewujudkan cita-citanya untuk bisa melihat wajah Tuhannya, namun semua usahanya sia-sia. Banyak perwira tinggi yang tertarik untuk menyunting dirinya namun tidak satupun yang bisa memembuat Salome jatuh cinta. Setting dari cerita ini adalah tentang suasana kehidupan di Istana kerajaan.

 

 

Dari cerita tersebut,

si pengarang memberi pesan bahwa

  sebagai manusia itu memiliki keterbatasan apalagi

sampai ingin bertemu dengan Tuhannya. Yang ada hanyalah pasrah dan berdo’a serta menyembah kepadaNya.  Pada dasarnya wujud Tuhan tidak bisa di temukan dengan

akal pikiran kita yang ada hanyalah keimanan

yang ada pada diri kita

masing-masing.

 

 

 

 

Analisa Cerpen (8):

MENEPIS HARAPAN

Oleh : Bejo Sutrisno

 ce

Pada cerpen ini dikisahkan seorang wanita yang ingin menemukan jati dirinya dalam hidupnya. Ia adalah penokohan yang dipakai dalam cerita ini untuk pelaku utama. Sementara Glen merupakan sosok pria yang telah singgah di hati wanita itu yang rupanya kenangan yang tidak terlupakan. Namun sayangnya Glen sudah mempunyai seorang istri dan juga seorang anak. Bahkan Glen lah yang bisa membuat si wanita itu melupakan kenangan pahit semasa kecilnya yaitu melupakan betapa kecewa hati ibu ketika ayah meninggalkan mereka demi perempuan lain, melupakan kebencian terhadap perempuan yang telah merenggut ayahnya pergi, dan juga melupakan kemarahannya kepada ibu yang setelah itu berubah sikap danmemukulinya setiap hari. Setting pada cerita ini adalah suasana gemerlap di Hotel berbintang lima yang penuh dengan hura-hura.

 

Pesan yang didapat dari

sipengarang cerpen ini adalah sebuah kisah

kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis pada

diri si wanita, dimana kedua orang tuanya bercerai karena

ayah dari wanita itu menikah lagi dengan wainita lain sehingga menimbulkan rumah tangganya berantakan. Nilai dari cerita

ini adalah bahwa tidak ada gunanya mengganggu

kehidupan rumah tangga orang lain yang akan

berakibat pada penderitaan berkepanjangan

  dan seakan-akan dunia itu

serasa hampa.

 

THE RECOMENDED GUIDES FOR WRITNG SHORT STORIES

 

 SHORT STORY 

SHORT STORY

SHORT STORY

SHORT STORY

SHORT STORY

SHORT STORY

 

Fri, 27 May 2011 @11:55

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 »

Welcome
image

Bejo Sutrisno, M.Pd

0815-978-1395


PER. TAMAN KINTAMANI, Blok C7/05, RT.22/RW.08, TAMBUN UTARA, BEKASI, JAWA BARAT.
Check Your Domain Name

Check Domain Name ?

Recent Articles
BRITISH PROPOLIS

Propolis for Kids

BIKIN WEB HEMAT

web

BP-MR-BEJO.COM