MR-BEJO.COM - Blog for Business and Education
RSS Feed
Subscribes

Gaya Belajar (Learning Style)

image

 

Learning Styles

Apa sih Gaya Belajar itu? Definisi gampangnya, gaya belajar adalah cara-cara yang digunakan untuk mempermudah proses belajar. Jadi, anak akan menggunakan cara-cara tertentu untuk membantunya menangkap dan mengerti suatu materi pelajaran. Anda perlu memperhatikan bagaimana gaya belajar anak anda supaya mereka mudah mengerti suatu materi pelajaran dan anda bisa mengembangkan potensi belajar mereka dengan lebih optimal.

      Sementara menurut Hyman bahwa gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan persoalan. Gaya belajar ini berkaitan erat dengan pribadi seseorang yang tentu  dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya.

 

       Ada tiga macam gaya belajar yang biasanya dipakai anak dan ini dapat anda gunakan sebagai patokan untuk mengenali gaya belajar anak dan membantunya belajar :

1.   Belajar dengan mendengar (Auditory Learner)

       Gaya belajar seperti ini memanfaatkan kemampuan pendengaran untuk mempermudah proses belajar. Ciri-ciri anak yang mempunyai gaya belajar seperti ini adalah:

-          Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dikelas maupun dalam kelompok.

-          Mengenal banyak lagu di iklan atau di televisi dan mampu menirukannya dengan tepat.

-          Kurang suka tugas membaca.

-          Kurang baik dalam tugas mengarang atau menulis

-          Kurang memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya.

 

2.   Belajar sambil melihat (visual Learner)

     Anak dengan gaya belajar ini menggunakan indera penglihatannya untuk membantunya balajar. Ciri-cirinya:

-          Selalu melihat bibir guru yang berbicara

-          Saat petunjuk mengenai sesuatu harus dilakukan, biasanya dia akan melihat teman-temannya dulu baru bergerak.

-          Kurang menyukai untuk bicara didepan kelompok dan kurang suka mendengarkan orang berbicara.

-          Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu (untuk menggantikan kata atu mengekspresikan)

-          kurang  bisa mengingat informasi yang diberikan secara lisan.

-          Dapat duduk tenang di situasi yang ramai dan bising tanpa merasa terganggu.

 

3.   Belajar sambil bergerak (Kinesthetic Learner)

      Untuk mempermudah proses belajarnya, anak menggunakan fisiknya sebagai alat belajar yang optimal. Karakteristiknya:

-          Suka menyentuh sesuatu yang dijumpainya.

-          Tidak suka berdiam diri.

-          Suka mengerjakan segala sesuatu dengan tangan.

-          Memiliki koordinasi tubuh yang baik.

-          Suka menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu belajar.

-          Sulit mempelajari hal-hal yang abstrak, seperti simbol matematika atau peta.

-          Cenderung agak tertinggal dengan teman sekelasnya karena ada ketidakcocokan antara gaya belajarnya dengan metode pengajaran yang lazim digunakan.

 

        Setiap anak atau orang mempunyai cara belajar sendiri. Ada anak yang senang belajar membutuhkan suasana yang terang dan tidak mau diganggu suara sedikitpun, tetapi ada juga anak belajar justru harus ditemani sebuah radio atau sambil mendengarkan lagu-lagu. Menurut Dunn kecenderungan orang untuk memiliki gaya belajar tertentu disebut dengan gaya belajar (Learning Style).

       Kemampuan kognitif adalah kemampuan seseorang dalam berpikir terutama untuk memecahkan masalah. Anak  yang bergaya belajar mandiri (field independent) adalah   anak yang berusaha membebaskan diri dari lingkungannya pada saat dia belajar atau pada saat dia membuat keputusan tentang sesuatu hal. Anak yang bergaya belajar bergantung (field dependent) adalah anak yang mudah terpengaruh oleh lingkungan pada saat belajar.

 

Tipe-Tipe Gaya Belajar

a.   Gaya belajar mandiri (Field Independent)

      Gaya belajar mandiri tidak dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan dimasa lampau. Anak berdiri sendiri dan mempunyai otonomi atas tindakannya, tidak peduli akan nama-nama orang lain. Kurang mementingkan hubungan sosial, tidak memerlukan petunjuk yang terperinci, dapat menerima kritik dengan perbaikan.

 

b.   Gaya belajar bergantung (Field dependent)

       Gaya belajar bergantung adalah dipengaruhi oleh lingkungan, banyak bergantung pada pendidikan sewaktu kecil, dididik untuk selalu memperhatikan orang lain, mengingat hal-hal dalam konteks sosial dengan luas, memerlukan petunjuk yang lebih banyak untuk memahami sesuatu lebih peka akan kritik dan perlu mendapat dorongan.

       Didalam mencapai tujuan siswa yang memiliki gaya belajar mandiri didorong oleh faktor-faktor yang bersifat menantang dan melihat kegunaan tugas yang sedang dilakukan. Siswa yang memiliki gaya belajar mandiri cenderung ingin meningkatkan rasa ingin tahunya. Pendekatan komunikatif sangat memberikan peluang kepada siswa dengan berbagai kegiatan komunikasi dan permainan yang menarik. Sementara pada gaya belajar bergantung (field dependent) mereka harus banyak dibantu oleh guru atau teman-temannya dalam bentuk kerja kelompok. Untuk memberi dorongan kearah yang lebih mandiri siswa memiliki gaya belajar bergantung memerlukan metode pengajaran yang sesuai agar hasil belajar yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

Elemen Dasar Gaya Belajar

1.   Elemen dasar  gaya belajar mandiri (Field Independent)

      Gaya belajar ini mengacu ke cara siswa dalam belajar. Menurut Woolfolk cara yang konsisten yang dilakukan oleh seseorang mencakup informasi, cara mengingat, berfikir, mengolah informasi dan memecahkan persoalannya. Gaya belajar mandiri bisa membedakan bagaian-bagian dari keseluruhan, berkosentrasi pada sesuatu hal (seperti membaca buku didalam stasiun kereta api yang berisik), menganalisa variabel-variabel terpisah tanpa terpengaruh dengan variabel lingkungan. Orang yang lebih dominan padagaya belajar mandiri umumnya cenderung lebih mandiri, kompetitif, dan percaya diri. Sementara orang yang bergaya belajar bergantung (field dependent) umunya cenderung lebih bersosialisasi, cenderung mengambil identifikasi diri dari orang-orang disekitarnya, dan biasanya lebih empati dan perseptif pada perasaan dan pikiran lainnya.   

      

2.   Elemen dasar gaya belajar bergantung (Field Dependent)

       Gaya belajar bergantung mempunyai dampak positif yaitu anda bisa mendapatkan gambaran secara keseluruhan, pandangan yang lebih luas, konfigurasi suatu masalah atau gagasan, ataukejadian secara umum. Gaya belajar ini menurut Dunn dipengaruhi oleh 4 faktor dan 18 elemen dasar . Faktor-faktor dan elemen-elemen dasar tersebut adalah:

a.                 Lingkungan langsung (Immediate Environment). Yaitu cara belajar yang dipengaruhi oleh suara/bunyi, cahaya, suhu udara dan pengaturan tempat belajar.

b.                 Emosional. Yaitu cara belajar yang dipengaruhi oleh adanya motivasi, persisten, rasa tanggung jawab, dan struktur penyelesaian tugas.

c.                 Sosiologis. Yaitu cara belajar yang dipengaruhi oleh kelompok teman sebaya (peers), mandiri, berpasangan, team, bantuan orang dewasa dan variasi.

d.                Fisik . Yaitu  cara belajar yang dipengaruhi oleh kemampuan persepsi, makanan/minuman, waktu belajar, dan berpindah-pindah (mobility).

 

D.   Kesimpulan

Dari apa yang telah diuraikan pada pembahasan tentang gaya dan strategi belajar, dimana gaya belajar adalah cara-cara yang digunakan untuk mempermudah proses belajar. Jadi, anak akan menggunakan cara-cara tertentu untuk membantunya menangkap dan mengerti suatu materi pelajaran, yang diantaranya ada tiga macam gaya belajar yaitu (1) Belajar dengan mendengar (Auditory Learner), (2) Belajar sambil melihat (visual Learner), dan (3) Belajar sambil bergerak (Kinesthetic Learner). Sementara strategi merupakan alat untuk melibatkan dan mengarahkan diri sendiri agar ada peningkatan kemampuan secara komunikatif yang bisa berupa kegiatan-kegiatan khusus, tingkah laku, langkah-langkah, dan tekhnik-tekhnik yang dilakukan oleh para pelajar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

 

 

Daftar Pustaka

Brown, H. Douglas (1980), Principles of Language Learning and Teaching . Printice-Hall, Inc. 1980

Dunn, Rita & Dunn, Kenneth (1994), Teaching Student Through Their Individual Learning Style , A Practical Approach. USA: Allyn & Bacon. 1994

Hyman, Ronald (1987), Contemporary Issues in Educational Psychology . Singapore: Mc Graw-Hill Book Company.

http://www.waspada . co.id/serba_serbi/pendidikan/artikel.

Nasution, Berbagai Pendekatan dalam  Proses belajar dan mengajar . Jakarta: Bina Aksara. 1982

Woolfolk, Anita E (1990),  Educational Psychology , New Jersey: Prentice-Hall. 1990



http://www.waspada . co.id/serba_serbi/pendidikan/artikel.

Ronald Hyman, Contemporary Issues in Educational Psychology . Singapore: Mc Graw-Hill Book Company, 1987. hlm 180.

http://www.waspada , op. cit .

Rita Dunn & Kenneth Dunn, Teaching Student Through Their Individual Learning Style , A Practical Approach. USA: Allyn & Bacon. 1994. hlm 24

Witkin dalam Nasution, Berbagai Pendekatan dalam  Proses belajar dan mengajar . Jakarta: Bina Aksara. 1982. hlm 97

Witkin .loc. cit ,. hlm 95-96

 

Anita E. Woolfolk, Educational Psychology , New Jersey: Prentice-Hall. 1990. hlm. 215

H. Douglas Brown, Principles of Language Learning and Teaching . Printice-Hall, Inc. 1980. hlm. 91.

Ibid.

Rita Dunn , op.cit .,. hlm  25-28.

 

GET THE SUPPORTING REFERENCES FOR LEARNING STYLE

 

 LEARNING STYLE

 LEARNING STYLE

 LEARNING STYLE

 LEARNING STYLE

 LEARNING STYLE

 LEARNING STYLE

 










Tue, 17 May 2011 @00:30


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment

Secret Code
Please enter the correct sum of these numbers 5+6+4

Welcome
image

Bejo Sutrisno, M.Pd

0815-978-1395


PER. TAMAN KINTAMANI, Blok C7/05, RT.22/RW.08, TAMBUN UTARA, BEKASI, JAWA BARAT.
Check Your Domain Name

Check Domain Name ?

Recent Articles
BRITISH PROPOLIS

Propolis for Kids

BIKIN WEB HEMAT

web

BP-MR-BEJO.COM